Kamis, 15 November 2007

Prosesi Pernikahan Adat Minang

Prosesi Pernikahan Lubuk Jantan-Lintau, Kabupaten Tanah Datar

Pada tanggal 15 November, Pelaminan Minang Buchyar menampilkan prosesi pernikahan adat Lubuk Jantan di Ragam Pernikahan Nusantara 2007

Pelaminan khas minang ala lubuk jantan ini bertaburkan kain bersulam benang emas. Warna yang mendominasi hitam, warna yang mewakili kalangan datuk. Singgasana pengantin di buat untuk bersila dan bersimpuh, dan bukan duduk di kursi.

Terdapat sepasang setajuak yang berjumlah sebelas yang menandakan asal keluarga pengantin. Kaki setajuak adalah ketan kuning dan satu lagi berisi sirih, kapur dan pinang dibungkus saputangan bersulam emas. Juga terdapat sepasang jamba gadang yang di tutup saputangan bersulam emas. Salah satu jamba gadang tersebut berisi ketan kuning, ketan putih, ketam hitam dan paniaram. Sedangkan yang lain berisi nasi lengkap dengan lauk pauknya.

Dibagian samping kiri dan kanan pelaminan di gelar sepra (kain putih) tempat menjamu para undangan. Jamuan berupa kue dan makanan tradisional minang kabau seperti lamang, tapai, lapek krucut, kolak diisikan pada piring-piring kecil. Dan terdapat cirano yang berisi makanan, merupakan persembahan bagi datuk desa lain.

Diceritakan bahwa pengantin pria telah melakukan ijab Kabul pada hari jum’at setelah sholat Jum’at di Mesjid. Seperti umumnya pernikahan dengan cara Islam, anak daro saat itu belum bertemu dengan marapulai.

Kedatangan Marapulai di samput dengan tari gelombang dan tari persembahan. Kemudian dilanjutkan dengan mencuci kaki, ritual ini menandakan bahwa marapulai diterima dengan iklas lahir batin oleh keluarga anak daro. Bila ada perselisihan antara kedua keluarga tersebut, selesai sampai di situ saja dan kini kedua keluarga sudah menyatu.

Kemudian sang marapulai berjalan diatas kain putih yang langsung digulung karena tidak boleh ada yang menginjak selain marapulai. Ritual ini menandakan mempelai membangun keluarga baru yang Insya allah tidak akan diganggu oleh siapapun. Kemudian kedua mempelai di dudukan di atas pelaminan.

Setelah itu pasangan tersebut di suguhi makanan ketan berwarna warni. Masing-masing memilih ketan tersebut. Ternyata sang marapulai memilih ketan hitam, menandakan perannya sebagai pelindung dan kepala keluarga.

Para undangan yang hadir disuguhi hiburan berupa tari piring dan di jamu dengan makanan khas minang kabau.

Seluruh prosesi dan pakaian serta pelaminan khas minang diselenggarakan oleh Pelaminan Minang Buchyar. Kali ini ibu Atice berkenan meminjamkan beberapa koleksi pribadi beliau untuk melengkapi keaslian yang berusaha ditunjukan pada acara kali ini.


Sebuah keris pusaka minang untuk dikenakan marapulai dan juga kain koleksinya untuk ikat pinggang datuk yang dikenakan marapulai. Tongkat khas minang yang di gunakan kedua ayah mempelai dan beberapa kalung tua untuk dikenakan pendamping dan ibu mempelai.

Rabu, 14 November 2007

Ragam Pernikahan Nusantara 2007

Ragam Pernikahan Nusantara 2007 yang menampilkan pesona adat istiadat pernikahan nusantara diadakan di Kartika Expo, Balai Kartini di Jalan Gatot Subroto Kav.37 Jakarta pada tanggal 14 – 18 November 2007 oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Acara ini dibuka langsung oleh Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Beliau menyempatkan diri mampir dan menerima penjelasan mengenai pernikahan adat minang.


Ibu Atice seorang pakar adat istiadat minang sedang melihat-lihat buku tamu pelaminan minang (foto dibawah)

Pada acara yang merupakan cultural expo ini, Pelaminan Minang Buchyar mendapat kehormatan sebagai undangan khusus untuk berpartisipasi mewakili, kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Kami menampilkan pelaminan minang Lubuk Jantan-Lintau dengan warna hitam khas minang kabau yang bertaburkan sulaman-sulaman emas lengkap dengan hantaran dan setajuak.

Gambar dibawah ini adalah hantaran khas minang kabau yang terdiri atas daun sirih, kapur dan pinang.

Dalam acara ini, kami juga menampilkan busana khas sehari-hari yang dipakai oleh datuk-datuk dan bundo kanduang. Baju hitam dengan destar batik berhias huruf arab serta kain balapak nan indah yang menghiasi pinggang para datuk.

Baju kurung hitam dengan kain balapak serta hiasan kalung batu dan kain kerudung putih bersulam yang biasa dipakai bundo kanduang dalam melakukan kegiatannya sehari-hari.

Pada Expo “Ragam Pernikahan Nusantara” ini diadakan juga peragaan pernikahan adat dari berbagai propinsi dan parade 25 pengantin Nusantara dalam suatu upaya untuk masuk kedalam catatan Guiness Book of Record. Suatu kehormatan bagi Pelaminan Minang Buchyar dipercaya untuk mengisi Pagelaran Adat Pernikahan Daerah Sumatera Barat yang khas Minang.

Wawancara dengan Ibu Atice tentang adat istiadat minang kabau dengan gambar latar belakang pelaminan minang.

Minggu, 11 November 2007

Pernikahan Rani dan Fadli

True Love
True love is a sacred flame
That burns eternally,
And none can dim its special glow
Or change its destiny.
True love speaks in tender tones
And hears with gentle ear,
True love gives with open heart
And true love conquers fear.
True love makes no harsh demands
It neither rules nor binds,
And true love holds with gentle hands
The hearts that it entwines.

Aura cinta terlihat antara Rani dan Rafi, ketika menemani mereka berhias untuk acara baralek gadang. Saling menggoda dan terlihat ceria. Hal yang selalu menyenangkan untuk di lihat adalah pandangan mata penuh cinta dari sepasang pengantin.

Sebelumnya di adakan sesi pemotretan kedua mempelai dalam balutan busana adat Minangkabau. Setelah pemotretan beberapa kali, Rani mulai terletih agak letih karena tanduk emas di kepalanya mulai terasa berat tapi senyum tidak pernah lupa menghiasi wajah cantik mempelai wanita ini.

Prosesi pernikahan adat minang ini dimulai jam 7 malam di luar gedung rintik hujan mulai turun menambah kesyahduan acara pernikahan adat minang ini. Iringan pengantin memasuki gerbang pelaminan yang penuh bantal gadang dan bunga. Tarian penyambutan pun digelar di depan pelaminan menyambut kedatangan mempelai.

Setelah Raja dan Ratu sehari menduduki singgasana mereka dan di apit kedua orang tua, tari piringpun di gelar didepan pelaminan untuk menghibur para tamu.

Acara ini di iringi hiburan seorang penyanyi dan juga para tamu yang ikut menyumbang lagu menambah kemeriahan acara resepsi pernikahan Rani dan Rafi.

Senin, 05 November 2007

Kata Pengantar Pelaminan Buchyar

Segala puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena hanya dengan rahmat dan nikmat-Nyalah kami dapat tetap hadir selama 53 tahun sejak 1954 dalam menyediakan segala kelengkapan hari pernikahan Anda.

Dengan pengalaman kami yang panjang tersebut, kami yakin bahwa kami dapat lebih baik dan profesional dalam melayani segala kebutuhan pernikahan Anda di hari nan indah dan bahagia tersebut.

Adapun jasa pelaminan yang kami sediakan antara lain

  • Pelaminan Minang
  • Pakaian Pengantin
  • Sunting
  • Talempong
  • Tari Gelombang
  • Pagar Ayu dan Pagar Bagus
  • Baju Demang
  • Kartu Undangan
  • Dan Selengkapnya

Dan kini kami hadir lebih dekat dengan Anda melalui blog Pelaminan Minang Buchyar yang kami beri judul Baralek Gadang sebagai rekam rana terhadap acara-acara pernikahan yang telah kami adakan.

Wassalam

Pelaminan Buchyar